SILATURAHMI
SAMBIL BELAJAR.
By
Arif Bulan
Silaturahmi merupakan
hal baik yang perlu dilakukan oleh siapapun. Silaturahmi pada dasarnya untuk
mempererat tali kekeluargaan. namun disisi lain, silaturahmi membuka peluang
masuknya ilmu dan pengetahuan baru. Ilmu dan penetahuan bisa didapatkan melalui
berguru dan otodidak. Berguru bukan hanya saja
pada lingkungan formal, tetapi pada lingkungan informal, seperti duduk
sambil berdiskusi dengan siapapun yang mungkin ada ilmu yang kita petik sambari
duduk itu.
Sebenarnya, kapanpun
kita bisa melakukan silaturahmi. Silaturahmi tidak perlu formal, seperti forum
silaturahmi dan lain-lainya. Yang intinya bahwa silaturahmi itu harus dengan orang yang telah dikenal. Disinilah
letak manfaat silaturahmi tersebut. Terkadang kita tidak bisa meresapi manfaat
dari silaturahmi yang dilakukan.
Sepertinya tulisan ini
agak resmi, tapi penulis mencoba mengemas tulisan ini agar enjoy dibaca, namanya saja silaturahmi sambil belajar, ya kita
sambil belajar saja yah membaca tulisan ringan ini.
Well,
saya rasa sangat perlu belajar pada siapapun dan di manapun. Salah saya metode
belajar informal menurut saya adalah melalui metode silturahim. Silaturahim tentu
ada komunikasi di dalamnya. Silaturahmi bisa perorangan dan kelompok.
Silaturahmi bisa menjadi salah satu wahana mendengar informasi yang bermanfaat
dari lawan wicara. Kata Om Bob Sadino, jadi orang itu jangan terlalu banyak
bicara dan ingin selalu didengar, tapi sesekali kita harus menjadi pendengar,
agar yang baik-baik menjadi ilmu dan pengetahuan buat kita.
Hari untuk
bersilaturahmi itu bisa hari apa saja, namun kusus mahasiswa nih, bagusnya hari
minggu dijadiakan hari kusus program silaturahmi. Seperti pengalaman penulis,
biasanya penulis mengisi hari minggu dengan hal-hal positif seperti
silaturahmi. Penulis biasanya mengunjungi para sesepuh satu kampong yang
merantau dan sudah sukses di jogyakarta dan juga silaturahmi ke rumah-rumah
dosen. Saat tulisan ini published,
baru saja penulis bersilaturahmi dengan salah satu sesepuh dari Bima yang sudah
lama menetap di Yogyakarta.
Minggu ini satu sesepuh
yang penulis kunjungi, nama nyentrik beliau adalah Nasrulah Ompu Bana, beliau
merupakan CEO Genta Publishing Yogyakarta.
penulis tidak akan bicara banyak tentang hal-hal apasaja yang diperoleh
dari silaturahmi tadi. Coba bayangkan deh,
jika tiap minggu kita melakukan
silaturahmi, sudah berapa banyak keluarga baru kita? Pastinya keluarga baru
sangat bermanfaat loh!. Lewat tulisan ini, penulis ingin mengajak kita semua,
yuk kita bersilaturahmi. Temukan manfaat dan sensasinya.